Nyepi tahun 2016

baliho copy4

Advertisements

Malam Pengrupukan dan Lomba Ogoh-ogoh di Temukus

''bison''(1363)Sehari sebelum hari raya Nyepi biasanya umat hindu mengadakan upacara tawur atau mecaru di persimpangan-persimpangan jalan. Upacara ini sering juga disebut upacara malam Pengrupukan. Di banjar adat bingin banjah di adakan di depan bale banjar setempat. Krama banajar tumpah ruah untuk melakukan persembahyangan yang di pimpin oleh pemuka agama setempat. Upacara ini bertujuan untuk “nyomnye” tau memberi sesajen (caru) kepada buta kala-buta kala agar tidak mengganggu umat pada saat melaksanakan catur brata penyepian. Setelah mereka selesai sembahyang krama lanjut kerumah masing-masing dengan membawa tirta (air suci) untuk mereka juga melaksanakan pecaruan di rumah masing-masing tau sering disebut dengan “mebuu-buu”. Dengan mengitari rumah dan membawa alat pecaruan seperti kulkul,sapu lidi,tektekan,danyuh, dan pelepah kelapa tujuannya juga sama yaitu nyomnye buta kala yang ada dirumah kita dan mengitari rumah sebanyak 3 kali searah dengan putaran jarum jam. Nah itulah prosesi upacara pengrupukan secara umum di bali. Baca Selengkapnya 🙂

Melasti Desa Temukus

''bison''(1355)Umat hindu sebelum marayakan Hari Raya Nyepi biasanya mereka mengadakan upacara melasti ke tempat-tempat sumber air suci biasanya ke laut. Upacara ini bertujuan untuk menyucikan pretima-pretima yang ada di masing-masing kahyangan tiga (Pura desa, Pura Segara, dan Pura Dalem) dan yang ada di dadia masing-masing. Agar semua leteh (kotor) yang ada di dunia ini bisa di prelina atau di bersihkan oleh Sang Hyang Baruna. Nah, semua warga masyarakat tumpah ruang ke pantai Labuan aji yang dijadikan tempat untuk melasti di desa temukus ini. Baca Selengkapnya 🙂

Proses Pembuatan Ogoh-ogoh tahun 2013

''bison''(1331)       Ogoh-ogoh mrupakan seni patung yang indentik dengan prayaan Nyepi di pulau dewata bali. Setiap menjelang prayaan hari raya Nyepi para muda mudi bali atau lebih sering disebut sekee truna truni di masing-masing banjar dan desa sibuk membuat ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh biasanya menceritakan sesuwatu dan bisa mengambil tema yang berbeda, ada yang bertema pewayangan dan ada juga tema raksasa yang menyeramkan. Hal ini sudah sejak lama ada sebagai tradisi umat Hindu untuk menyambut hari raya Nyepi ini yang datang setiap 1 tahun sekali yang jatuh pada setiap sasih kesanga. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa kecintaan terhadap seni dan budaya bali kepada genersi penerus Bali, yaitu para truna truni sebali. Baca Selengkapnya 🙂

Rahajeng Nyepi Tahun Baru Saka 1935

new 1935

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-67

Tidak terasa bulang Agustus telah datang di tahun 2012 ini. itu artinya sekarang Indonesia genap berumur 67 tahun sejak kemerdekaannya tahun 1945 silam. Hal ini telah ditunjukan dengan maraknya pedagang-pedagagn musiman yang menjajakan pernak-pernik hari kemerdekaan RI. Momen ini dimanfaatkan oleh seglintir orang untuk meraup rejeki dengan menjual pernak-pernik tersebut, mulai di lampu stopan hingga di pinggiran jalan. Nah, kami STT PUTRA SESANA BINGIN BANJAH juga ingin mengucapkan selamat HUT RI Ke-67. Semoga NKRI tetap jaya dan bersatu. Semua elemen agar bahu membahu dan bersatu untuk menjaga tanah air tercinta ini.

Prayaan Pagerwesi Di Bingin Banjah

Bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi seperti biasa para Truna Truni Putra Sesana “ngayah” di pura Ulun Bale Banjar Bingin Banjah. Pada tanggal 19 Juni 2012 sore para truna menghias pura dan membuat penjor. Penjor di pasang di bagian depan pura. Ketua STT mengatakan hal ini memang sudah menjadi tanggung jawab kami sebagi truna truni di banjar adat binginbanjah, selain membantu menggala adat kita sebagai anak muda hendaknya melestarikan budaya bali seperti dalam membuat penjor ini, imbuh Bayu begitu sapaan akrab ketua STT Putra Sesana ini.

Pada hari Pagerwesi para truna truni kembali berkumpul di pura ulun bale banjar, untuk melaksanakan upacara mendak Ida Batara. Upacara ini diikuti pula oleh krama banjar adat binginbanjah lainnnya yang bersuka ria melaksanakan yadnya. Dengan alaunan genta dan iringan gambelan bleganjur yang di mainkan oleh beberapa anggota stt menmbah nilai kesakralan dari upacaara ini. Setelah acara mendak selesai upacara pun dimulai dipimpin oleh pemangku pura ulun bale banjar dan di dampingi oleh klian banjar adat dan klian banjar dinas bingin banjah. Kemudian di ikuti dengan tarian rejang, yang di tarikan oleh truni truni stt putra sesana binginbanjah. Baca Selengkapnya 🙂